Bantul (27/06) Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar acara Doa Bersama dan Refleksi dengan tema “Bantul Tangguh, Bantul Siap untuk Selamat” dalam rangka memperingati 19 tahun peristiwa gempa bumi dahsyat yang melanda Bantul pada tahun 2006 di Pendopo Parasamya, Komplek Pemda Bantul.
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, relawan kebencanaan, serta perwakilan dari kalurahan-kalurahan se-Kabupaten Bantul. Staf Jogoboyo Toto Amrih Susilo turut hadir bersama FKPM Pandawa sebagai wujud penghormatan dan refleksi terhadap kejadian besar yang telah meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah dan kehidupan masyarakat Bantul.
Dalam suasana khidmat dan penuh haru, para peserta mendoakan para korban yang gugur dalam bencana gempa bumi 27 Mei 2006 silam serta memohon keselamatan dan kesiapsiagaan bagi seluruh masyarakat Bantul ke depan.
Lurah Tirtonirmolo menyampaikan bahwa kehadiran dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus belajar dari masa lalu dan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. “Refleksi ini penting, tidak hanya untuk mengenang, tapi juga untuk memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong dalam membangun Bantul yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana,” ujar beliau di sela-sela kegiatan.
Tema “Bantul Tangguh, Bantul Siap untuk Selamat” mencerminkan semangat kesiapsiagaan yang terus digelorakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul. Momentum ini juga digunakan untuk memperkuat sinergi antar lembaga, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana berbasis komunitas.
Doa bersama dan refleksi ini menjadi pengingat bahwa bencana alam bukan hanya tentang kehilangan, tetapi juga tentang kebangkitan dan penguatan kapasitas kolektif untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit lebih kuat.